Terkait tindakan rasis yang dilakukan mahasiswa ITB Dzulfikry Imadul Bilad dalam account facebook-nya, warga Papua menuntut pihak ITB memecat yang bersangkutan. Di mata mereka, tindakan Dzulfikry telah menghina masyarakat Papua.
"Kami menuntut pihak ITB memecat mahasiswa tersebut karena sudah bertindak rasis dengan menghina masyarakat Papua," kata Koordinator aksi Yohanes Okdinon (29) kepada wartawan, Selasa (18/5/2010).
Menurut Yohanes, setelah kasus ini mencuat, pihak ITB sempat mengadakan pertemuan dengan masyarakat Papua di Bandung. Namun, kata dia, pertemuan itu tidak membawa hasil memuaskan. Malah, kata dia, pihak ITB meminta mereka tidak menyebarluaskan kasus tersebut kepada wartawan.
"Tapi kami mendapat desakan dari majelis rakyat Papua. Mahasiswa itu sudah merusak ITB dan tidak pantas dipertahankan ITB kami meminta dia dikeluarkan," kata Yohanes.
Selain menuntut mahasiswa ITB tersebut dikeluarkan, mereka juga menuntut ITB menyampaikan permintaan maaf melalui media massa.
Puluhan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Antirasis di Indonesia berunjukrasa di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (18/5/2010) sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka mengecam tindakan mahasiswa ITB, Dzulfikry Imadul Bilad yang membuat pernyataan rasis di account facebook-nya sehari setelah pertandingan Persib vs Persipura di Stadion Siliwangi.
Dalam account facebook-nya, mahasiswa studi Kimia semester 7 itu menuliskan pernyataan rasis pada tanggal 3 Mei sekitar pukul 10.00 WIB. Laga Persib vs Persipura sendiri berlangsung pada 2 Mei lalu.
"Dasar orang Papua biasanya pake otot bukan pake otak maen bolanya, ga sekolah bodo2 semua, udah item idup lagi. Sialan lu Papua...!" begitu isi status di account facebook milik Dzulfikry.
"Kami menuntut pihak ITB memecat mahasiswa tersebut karena sudah bertindak rasis dengan menghina masyarakat Papua," kata Koordinator aksi Yohanes Okdinon (29) kepada wartawan, Selasa (18/5/2010).
Menurut Yohanes, setelah kasus ini mencuat, pihak ITB sempat mengadakan pertemuan dengan masyarakat Papua di Bandung. Namun, kata dia, pertemuan itu tidak membawa hasil memuaskan. Malah, kata dia, pihak ITB meminta mereka tidak menyebarluaskan kasus tersebut kepada wartawan.
"Tapi kami mendapat desakan dari majelis rakyat Papua. Mahasiswa itu sudah merusak ITB dan tidak pantas dipertahankan ITB kami meminta dia dikeluarkan," kata Yohanes.
Selain menuntut mahasiswa ITB tersebut dikeluarkan, mereka juga menuntut ITB menyampaikan permintaan maaf melalui media massa.
Puluhan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Antirasis di Indonesia berunjukrasa di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (18/5/2010) sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka mengecam tindakan mahasiswa ITB, Dzulfikry Imadul Bilad yang membuat pernyataan rasis di account facebook-nya sehari setelah pertandingan Persib vs Persipura di Stadion Siliwangi.
Dalam account facebook-nya, mahasiswa studi Kimia semester 7 itu menuliskan pernyataan rasis pada tanggal 3 Mei sekitar pukul 10.00 WIB. Laga Persib vs Persipura sendiri berlangsung pada 2 Mei lalu.
"Dasar orang Papua biasanya pake otot bukan pake otak maen bolanya, ga sekolah bodo2 semua, udah item idup lagi. Sialan lu Papua...!" begitu isi status di account facebook milik Dzulfikry.

0 komentar:
Posting Komentar